Laporan Kasus Luka Bakar Listrik

Kasus pelajar terkena Sengatan listrik pada lengan dan telapak tangan lalu dibawah ke IGD RS Kartika Husada Tambun. berikut Laporan Kasus Luka Bakar Listrik secara detail

Kasus ini memang jarang terjadi tapi anda tetap harus tau cara menangani Kasus Luka Bakar Listrik

Kasus Luka akibat sengatan listrik ini juga patut anda waspadai dan tetap anda harus perhatikan kondisi pasien.

Kasus ini terjadi pada seorang pelajar SMA berusia 17 tahun.

Saat menumpang di atap kereta api, pelajar SMA tanpa sengaja menyentuh besi yang dialiri listrik tegangan tinggi. dan langsung terlempar ke belakang namun masih tetap sadar.

Kepala tidak terbentur, tidak mengalami muntah dan mual. Pasien tetap sadar tetapi lemah tampak syok, sehingga tidak mampu jalan.

Pada sebagian area tangan tampak luka bakar kehitaman, kering di sekitarnya sampai lengan tampak bengkak dan merah disertai tonjolan di kulit

Kasus luka bakar listrik ini terjadi karena tidak sengaja si pelajar menyentuh besi yang ada tegangan listriknya

Laporan Kasus Luka Bakar Listrik
Aliran Listrik

Untuk lengkapnya silahkan disimak Laporan Kasus Luka Bakar Listrik

Laporan Kasus Luka Bakar Listrik

Laporan Kasus Luka Bakar Listrik ini sudah disusun rapi oleh dr. muh. hasan

Anda nanti bisa akses lengkap file word text dan bisa download lebih lengkap laporan kasus luka listrik

KASUS LUKA LISTRIK

Biodata pasien

  • Nama               : Nurdin
  • Usia                 : 17 tahun
  • Pekerjaan         : buruh pabrik
  • Status              : belum menikah

Seorang pemuda pelajar SMA datang ke UGD dengan keluhan terkena sengatan listrik 1 jam yang lalu pada tahun 2020 dan terkena pada telapak tangan dan lengan bawah kanan.

Status generalis

Saat menumpang di atap kereta api, pasien tanpa sengaja menyentuh besi yang dialiri listrik tegangan tinggi. Pasien langsung terlempar ke belakang namun masih tetap sadar. Kepala tidak terbentur, tidak mengalami muntah dan mual. Pasien tetap sadar tetapi lemah tampak syok, sehingga tidak mampu jalan.

  • Airway             : bebas
  • Breathing        : spontan 20x/ menit
  • Circulation      : akral hangat
  • Tensi               : 120/70 mmHg
  • Nadi               : 110x/ menit
  • Disability         : compos mentis
  • Jantung           : dalam batas normal
  • Paru-paru       : dalam batas normal
  • Ekstremitas     : motorik dan sensoris dalam batas normal

Status lokalis

Pada sebagian area palmar manus dekstra tampak luka bakar kehitaman, kering di sekitarnya sampai lengan tampak oedema hiperemis dan bulae (+). Pada area kehitaman tes pin prick (-).

EKG                : dalam batas normal

Lab darah

  • Hb                   : 13 g/dL         Leukosit          : 10.000           Eritrosit           : 4,5 juta
  • Trombosit        : 250.000         SGOT              : 17 U/mL        SGPT              : 15 U/mL
  • Creatinin         : 1                    Ureum             : 27 mg/dL      Albumin          : 3,5 g/dL
  • Globulin          : ?                    Na                   : 138 mEq/L    K                     : 4 mEq/L

Lab urine

  • Makroskopik                          : jernih kemerahan
  • Eritrosit                                   : (-)
  • Leukosit                                  : (-)
  • Myoglobin dan Hemoglobin  : (+)
  • Glukosa                                   : (-)

PEMBAHASAN KASUS LUKA LISTRIK

Berikut pembaHasan Laporan Kasus Luka Bakar Listrik

pertolongan pertama

Pada fase akut dapat dilakukan pertolongan pertama untuk bantuan hidup dasar, yakni:

  1. Airway, yakni membebaskan jalan nafas agar pasien dapat tetap bernafas secara normal
  2. Breathing, mengecek kecepatan pernafasan yakni sekitar 20x/ menit
  3. Circulation, melakukan palpasi pada nadi untuk mengecek pulsasi yang pada orang normal berkisar antar 60 – 100x/ menit

Dilakukan observasi ABC terus menerus sampai keadaan pasien benar-benar stabil.

Secara sistematik dapat dilakukan 6c : clothing, cooling, cleaning, chemoprophylaxis, covering and comforting.

Pertolongan Pertama Luka Listrik

Untuk pertolongan pertama dapat dilakukan langkah clothing dan cooling, baru selanjutnya dilakukan pada fasilitas kesehatan

  • Clothing : singkirkan semua pakaian yang panas atau terbakar. Bahan pakaian yang menempel dan tak dapat dilepaskan maka dibiarkan untuk sampai pada fase cleaning.
  • Cooling : Dinginkan daerah yang terkena luka bakar dengan menggunakan air mengalir selama 20 menit, hindari hipotermia (penurunan suhu di bawah normal, terutama pada anak dan orang tua). Cara ini efektif sampai dengan 3 jam setelah kejadian luka bakar
    • – Kompres dengan air dingin (air sering diganti agar efektif tetap memberikan rasa dingin) sebagai analgesia (penghilang rasa nyeri) untuk luka yang terlokalisasi
    • – Jangan pergunakan es karena es menyebabkan pembuluh darah mengkerut (vasokonstriksi) sehingga justru akan memperberat derajat luka dan risiko hipotermia
    • – Untuk luka bakar karena zat kimia dan luka bakar di daerah mata, siram dengan air mengalir yang banyak selama 15 menit atau lebih. Bila penyebab luka bakar berupa bubuk, maka singkirkan terlebih dahulu dari kulit baru disiram air yang mengalir.
  • Cleaning : pembersihan dilakukan dengan zat anastesi untuk mengurangi rasa sakit. Dengan membuang jaringan yang sudah mati, proses penyembuhan akan lebih cepat dan risiko infeksi berkurang.
  • Chemoprophylaxis : pemberian anti tetanus, dapat diberikan pada luka yang lebih dalam dari superficial partial- thickness (dapat dilihat pada tabel 4 jadwal pemberian antitetanus).
    • Pemberian krim silver sulvadiazin untuk penanganan infeksi, dapat diberikan kecuali pada luka bakar superfisial. Tidak boleh diberikan pada wajah, riwayat alergi sulfa, perempuan hamil, bayi baru lahir, ibu menyususi dengan bayi kurang dari 2 bulan
  • Covering : penutupan luka bakar dengan kassa. Dilakukan sesuai dengan derajat luka bakar. Luka bakar superfisial tidak perlu ditutup dengan kasa atau bahan lainnya.
    • Pembalutan luka (yang dilakukan setelah pendinginan) bertujuan untuk mengurangi pengeluaran panas yang terjadi akibat hilangnya lapisan kulit akibat luka bakar.
    • Jangan berikan mentega, minyak, oli atau larutan lainnya, menghambat penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi.
  • Comforting : dapat dilakukan pemberian pengurang rasa nyeri.

Untuk lebih lengkapnya anda bisa download file laporan kasusnya

sudah lengkap mulai anamnesis pemeriksaan fisik sampai penatalaksanaan

Akses file word lengkap ada dibawah

Klik disini = Download Laporan Kasus Luka Listrik

semoga bermanfaat ya

Itulah Laporan Kasus Luka Bakar Listrik yang sudah disusun oleh dr. Muh. Hasan.

terima kasih

Penulis = dr. Muh. Hasan


Dapatkan Terus informasi terupdate dari kami dari Dunia kesehatan

Jika ada saran dan kritik dari kami, tersedia di kolom komentar dibawah

IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL

Website Resmi = https://medisupdate.com/

https://medisupdate.com/

By Medisupdate.com

Medical Doctor In Indonesia

2 thoughts on “Laporan Kasus Luka Bakar Listrik”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Dapatkan Ilmunya dan jangan Lupa Share :)